Monitoring dan Penyuluhan Kesehatan, Kanwil Kemenkumham Sumbar di Lapas Suliki

Lima Puluh Kota – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki Menerima Kunjungan Kepala bidang pelayanan tahanan,kesehatan,rehabilitasi dan pengelolaan basan,baran dan keamanan, Pak Edi Cahyono beserta rombongan. (9/3/23)

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki, Kamesworo menyambut baik kunjungan dari Monitoring dan evaluasi dari bidang pelayanan tahanan,kesehatan,rehabilitasi dan pengelolaan basan,baran dan keamanan kantor wilayah kementerian hukum dan HAM Sumatera Barat. “Selamat datang di lapas suliki kami komitmen untuk menjaga integritas keamanan dan ketertiban Lapa Suliki” ujar Kames

Acara di awali dengan pembukaan dan sambutan dari kalapas suliki dan pengarahan dari Kepala bidang pelayanan tahanan,kesehatan,rehabilitasi dan pengelolaan basan,baran dan keamanan, dilanjutkan dengan penyuluhan Kesehatan.

Kepala bidang pelayanan tahanan,kesehatan,rehabilitasi dan pengelolaan basan,baran dan keamanan Edi Cahyono memberikan arahan terkait menjaga kesehatan kepada warga binaan lapas suliki “walaupun kita di dalam lapas terapkan pola hidup sehat, ikuti pembinaan di lapas dan setelah bebas jangan masuk lagi ke lapas” ujar edi cahyono.

Selain itu Tim Satopspatnal Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumam Sumbar bersama Tim Satopspatnal Lapas Suliki Melakukan Razia dan tes urine Sebagai bentuk pengawasan kepada Warga Binaan Lapas Suliki dalam pencegahan penggunaan dan pengendalian Narkoba, sample test urine di cek beberapa di Lapas suliki hasil dari razia dan tes urine tidak ditemukan narkoba

Kepala bidang pelayanan tahanan,kesehatan,rehabilitasi dan pengelolaan basan,baran dan keamanan, Edi Cahyono memberikan arahan terkait menjaga kesehatan kepada warga binaan lapas suliki “walaupun kita di dalam lapas terapkan pola hidup sehat, ikuti pembinaan di lapas dan setelah bebas jangan masuk lagi ke lapas”

Acara dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan mengenai scabies atau penyakit kulit oleh dr Meiza, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan test urine beberapa warga binaan lapas suliki dan hasilnya negatif. “dari sekian banyak jenis penyakit kulit,sengaja memilih topik scabies karena (kudis) karena penyakit ini mayoritas diidap oleh WBP, disamping itu untuk zaman sekarang ini imbas dari pandemi,untuk masalah kesehatan lebih baik tindakan preventif yg dilakukan, mencegah lebih baik daripada mengobati” ujar dr Meiza.

Dr Meiza Menambahkan menurutnya Alokasi Dana yg ada tidak perlu sepenuhnya dibelikan untuk obat-obatan, bisa dialihkan untuk yg lain untuk kesejahteraan WBP juga, Disamping itu ingin menciptakan lingkungan yg bersih dan sehat dimulai dari hal-hal yang kecil, ucapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *