Pesantren Al-Inabah Lapas Suliki, Ruang Perubahan Bagi para WBP.
Lima Puluh Kota – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki optimalkan Pembinaan dibidang kepribadian yang berperan dalam meningkatkan Keimanan Spiritual bagi Para Warga Binaan Lapas Suliki.
Sebelumnya pada Tahun 2023 Lapas Suliki sudah meresmikan Inovasi pembinaan kepribadian dalam bidang keagamaan yaitu Lapas Berbasis Pesantren diberi nama Pesantren Al-Inabah Lapas Kelas III Suliki, dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bupati 50 Kota, Kemenag 50 Kota dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat.
Pembelajaran layaknya seperti Pesantren yang fokus untuk menambah Ilmu Pengetahuan dalam hal Agama Islam, karena mayoritas di Lapas Suliki adalah Muslim para warga binaan layaknya seorang santri yang belajar Agama.
Proses pembelajaran dibagi 2 Kelompok yaitu kelompok Iqro dan Al-Qur’an dan memiliki 10 pengajar ustadz maupun ustadzah yang bekerja sama dibawah naungan Kementerian agama (kemenag) Kabupaten Lima Puluh kota seperti BKMT kabupaten 50 kota, KUA Suliki, Pesantren An-nahl.
Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo menyampaikan bahwa Lapas adalah tempat untuk berubah menjadi lebih baik.
“Kita bina dari segi agama, pembinaan keterampilan maupun keahlian agar menjadi manusia yang bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan sekitarnya kelak bebas nanti” ucapnya
Kegiatan Lapas pesantren di Lembaga Pemasyarakatan kelas III Suliki merupakan Lapas Pertama yang mengusung Inovasi Pembinaan berbasis Pesantren di Sumatera Barat.

